KabarPurbalingga – Suasana sejuk di kaki Gunung Slamet, tepatnya di kawasan wisata Lembah Asri Serang, Kecamatan Karangreja, mendadak ramai oleh ribuan pelari lintas alam dari berbagai penjuru nusantara hingga luar negeri. Mereka datang untuk mengikuti Slamet Trail Run 2025, ajang olahraga bergengsi berskala nasional yang digelar akhir pekan ini.
Event ini merupakan hasil kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Purbalingga dan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Tak tanggung-tanggung, sekitar 1.000 peserta turut ambil bagian, termasuk pelari dari Zimbabwe yang ikut menjajal rute ekstrem di lereng gunung tertinggi di Jawa Tengah itu.
Bukti Purbalingga Siap Jadi Destinasi Sport Tourism
Kepala Dinporapar Purbalingga, R. Budi Setiawan, menyebut keberhasilan menjadi tuan rumah ajang nasional ini bukan hal instan. “Ini buah dari kerja keras kita meyakinkan provinsi bahwa Purbalingga punya potensi besar untuk sport tourism. Gunung Slamet adalah ikon kita,” ujarnya, Sabtu (18/10/2025).
Menurut Budi, tren trail run kini tengah naik daun di berbagai daerah. Momen ini menjadi peluang bagi Purbalingga untuk memperkenalkan potensi wisata alamnya. “Sekarang trail run sedang hits. Dan kita punya Gunung Slamet, yang jadi magnet tersendiri bagi pelari,” tambahnya.
Tiga Kelas Tantangan untuk Para Pelari
Slamet Trail Run 2025 terbagi dalam tiga kategori lomba:
25K (Full Trail) – rute ekstrem hingga puncak Gunung Slamet,
14K (Middle Trail), dan
5K (Fun Run) yang melintasi kawasan wisata Lembah Asri Serang.
Namun, panitia membatasi jumlah peserta hanya 1.000 orang demi keamanan. “Untuk kategori 25K, peserta wajib punya pengalaman di event serupa dengan elevasi tinggi. Banyak yang gagal daftar karena tidak memenuhi syarat. Ini murni demi keselamatan,” tegas Budi.
Lebih dari Sekadar Lomba Lari
Slamet Trail Run bukan hanya soal adu kecepatan. Event ini dikemas sebagai paket wisata lengkap, dengan hiburan rakyat, kesenian tradisional, dan bazar UMKM lokal di area start dan finish.
“Peserta dan pengunjung bisa menikmati budaya lokal sambil berolahraga. Ini cara kita mempromosikan Purbalingga lewat pengalaman yang berkesan,” ujar Budi.
Dampak Ekonomi Langsung Terasa
Gelaran ini juga memberi efek domino bagi ekonomi lokal. Seluruh homestay di kawasan Serang dilaporkan penuh selama dua hari pelaksanaan. “Efek ekonominya luar biasa. Warga senang, UMKM laku, dan wisata makin dikenal,” katanya.
Keamanan dan Kesiapan Maksimal
Untuk memastikan kelancaran acara, panitia menggandeng Basarnas, TNI, Polri, hingga sejumlah rumah sakit sekitar. Rapat koordinasi terakhir bahkan digelar di Mapolres Purbalingga guna menyatukan langkah seluruh pihak.
“Semua sudah disiapkan detail, termasuk koordinasi dengan pejabat yang memberi start agar tidak molor. Kita ingin semua berjalan profesional,” tambahnya.
Promosi Wisata ke Dunia
Dengan peserta dari berbagai daerah dan negara, Slamet Trail Run 2025 menjadi ajang promosi wisata alam Purbalingga ke level nasional dan internasional. Harapannya, keberhasilan kali ini menjadi pintu bagi event serupa di tahun-tahun mendatang.
“Ini bukan sekadar lomba, tapi momentum besar untuk menunjukkan bahwa Purbalingga punya alam indah, masyarakat ramah, dan semangat luar biasa menyambut wisatawan,” pungkas Budi.