KabarPurbalingga.com – Seusai lawatan ke Qatar, Presiden Prabowo Subianto langsung terbang ke Bali pada Sabtu (13/9/2025) untuk melihat langsung kondisi daerah terdampak banjir. Bencana yang terjadi pada Rabu malam (10/9/2025) itu menelan 18 korban jiwa, meninggalkan sejumlah orang hilang, serta merusak lebih dari 500 bangunan dengan total kerugian ditaksir mencapai Rp28,9 miliar.
Pesawat kepresidenan mendarat di Lanud I Gusti Ngurah Rai sekitar pukul 12.00 WITA. Presiden disambut Gubernur Bali I Wayan Koster, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Piek Budyakto, dan Kapolda Bali Irjen Daniel Adityajaya. Kehadiran pejabat daerah dan militer menunjukkan keseriusan pemerintah dalam penanganan bencana, meski absennya Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menjadi perhatian.
Usai penyambutan, Presiden bersama Seskab Teddy Indra Wijaya bergerak menuju titik banjir terparah menggunakan mobil kepresidenan Maung Garuda. Agenda pertama adalah meninjau Pasar Badung yang sempat terendam, termasuk basement dan kios pedagang. Prabowo berdialog dengan warga serta pedagang, mendengarkan keluhan mereka secara langsung.
Selain pasar, Presiden juga dijadwalkan mengunjungi pengungsian di Banjar Kesambi, Kesiman, untuk melihat kondisi para korban. Tak hanya itu, ia akan menyempatkan diri melayat ke rumah salah satu korban di Serangan, Denpasar Selatan.
Setelah serangkaian kunjungan di Denpasar, rombongan Presiden akan melanjutkan perjalanan ke Istana Tampak Siring, Gianyar. Kehadiran langsung kepala negara ini menjadi bentuk respon cepat pemerintah pusat sekaligus komitmen memberi dukungan nyata bagi masyarakat Bali yang terdampak bencana.