KABARPURBALINGGA – Wakil Bupati Purbalingga, Dimas Prasetyahani, meninjau lokasi tanah amblas di RT 2 RW 7 Desa Panusupan, Kecamatan Rembang, Kamis (16/10/2025). Peristiwa yang terjadi sehari sebelumnya itu menyebabkan terputusnya akses jalan penghubung antardusun.
Tanah amblas sedalam 2 hingga 2,5 meter tersebut mengisolasi warga di Dusun 3 (Bojongsana, Ragamukti) dan Dusun 4 (Batur, Pagelaran). Jalan yang terdampak merupakan jalan kabupaten yang menjadi jalur utama aktivitas warga, termasuk akses pendidikan, ekonomi, dan pertanian.
“Amblasnya tanah ini terjadi di pertigaan jalan penghubung beberapa kadus. Kemungkinan besar disebabkan oleh aliran air bawah tanah yang menggerus lapisan tanah hingga permukaannya runtuh,” jelas Wabup Dimas di lokasi.
Dalam peninjauan itu, Wabup bersama jajaran BPBD, DPUPR, Dinrumkim, pemerintah kecamatan, dan desa melakukan koordinasi penanganan awal. Salah satu langkah yang disepakati ialah relokasi badan jalan di wilayah Dusun Bojongsana agar lebih jauh dari bibir jurang.
“Alhamdulillah, setelah berkoordinasi dengan warga, kita diberi lahan selebar sekitar 3,5 meter untuk pelebaran jalan baru. Ini penting agar posisi jalan lebih aman,” ujarnya.
Untuk jangka panjang, Wabup menilai perlu dilakukan penanganan komprehensif, termasuk pembangunan saluran irigasi di area persawahan guna mengalihkan aliran air yang selama ini menggerus pondasi jalan.
“Perbaikan ini memerlukan perencanaan matang dan bertahap. Hasil pengecekan hari ini akan kami sampaikan ke Mas Bupati agar bisa masuk prioritas anggaran mendatang,” tambahnya.
Sementara itu, Kalaksa BPBD Purbalingga Prayitno mengatakan pihaknya bersama warga akan melakukan kerja bakti darurat untuk membuka akses jalan. Sekitar 400 warga dilibatkan dalam penanganan awal.
“Kami siapkan kawat untuk mengangkut batu dan menutup bagian jalan yang amblas. Diperkirakan 5–6 hari rampung, dan besok jalan sudah bisa dilalui. Lubang besar juga akan kami tutup dengan semen agar tak memicu longsor susulan,” jelasnya.
Menutup kunjungan, Wabup Dimas mengimbau warga agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana di musim hujan yang diprediksi berlangsung hingga Februari 2026.
“Saya mengingatkan seluruh warga, terutama di wilayah rawan longsor, agar tetap waspada dan menghindari area berisiko saat hujan lebat,” pesannya.